Kenapa Banyak Orang Tahu Riba Haram Tapi Tetap Ambil?

Tahu Haram, Tapi Tetap Dilakukan

Hampir semua Muslim pernah mendengar bahwa riba itu haram.

Dalilnya jelas.
Ancaman tentang riba juga sangat keras.

Namun realitanya:

  • kredit berbunga tetap berjalan
  • pinjaman ribawi tetap digunakan
  • kartu kredit tetap dipakai
  • hutang konsumtif terus meningkat

Ini menimbulkan pertanyaan penting:

πŸ‘‰ Kalau semua tahu riba haram, kenapa masih banyak yang mengambilnya?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana β€œkarena butuh uang”.

Masalahnya jauh lebih dalam.


Masalahnya Bukan Sekadar Pengetahuan

Banyak orang mengira:

πŸ‘‰ kalau sudah tahu hukum, pasti akan meninggalkan

Padahal tidak selalu begitu.

Contohnya:

  • orang tahu merokok berbahaya, tapi tetap merokok
  • orang tahu begadang buruk, tapi tetap begadang

Begitu juga dengan riba.

Masalah utamanya bukan sekadar kurang ilmu.

Tetapi:

πŸ‘‰ lemahnya iman
πŸ‘‰ kuatnya hawa nafsu
πŸ‘‰ tekanan hidup
πŸ‘‰ sistem yang sudah dianggap normal


1. Takut Miskin Lebih Besar daripada Takut kepada Allah

Ini adalah akar masalah terbesar.

Banyak orang takut:

  • tidak punya rumah
  • tidak punya kendaraan
  • tidak bisa memenuhi gaya hidup
  • dianggap gagal

Akhirnya, demi mengejar semua itu, mereka rela mengambil riba.

Padahal Allah berfirman:

β€œSetan menjanjikan kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji…”
(QS. Al-Baqarah: 268)

Riba sering lahir dari rasa takut miskin dan kurang yakin kepada Allah.


2. Sistem Ribawi Sudah Dianggap Normal

Di zaman sekarang, riba ada di mana-mana:

  • perbankan
  • kartu kredit
  • pinjaman online
  • cicilan konsumtif

Karena terlalu umum, banyak orang akhirnya merasa:

πŸ‘‰ β€œsemua orang juga begitu”

Padahal sesuatu yang umum belum tentu benar.


3. Ingin Cepat Memiliki Sesuatu

Banyak orang tidak sabar.

Mereka ingin:

  • rumah sekarang
  • kendaraan sekarang
  • gaya hidup sekarang

Tanpa mau melalui proses:

πŸ‘‰ menabung
πŸ‘‰ bersabar
πŸ‘‰ hidup sesuai kemampuan

Akhirnya riba dianggap jalan pintas.


4. Kurangnya Pemahaman tentang Muamalah

Sebagian orang tahu riba haram secara umum.

Namun tidak memahami:

  • bentuk-bentuk riba
  • akad syariah
  • alternatif halal

Akibatnya:

πŸ‘‰ mudah terjebak
πŸ‘‰ mudah tertipu label


5. Tekanan Sosial dan Gaya Hidup

Media sosial membuat banyak orang merasa harus β€œnaik kelas”.

Melihat orang lain:

  • punya rumah
  • mobil baru
  • hidup mewah

membuat seseorang merasa tertinggal.

Padahal belum tentu semua itu benar-benar mampu.


6. Tidak Yakin dengan Keberkahan

Sebagian orang hanya berpikir tentang:

πŸ‘‰ jumlah uang
πŸ‘‰ keuntungan cepat

Namun lupa tentang:

πŸ‘‰ keberkahan

Padahal Allah berfirman:

β€œAllah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.”
(QS. Al-Baqarah: 276)

Banyak harta belum tentu membawa ketenangan.


7. Menganggap β€œDarurat”

Ada yang menggunakan alasan:

πŸ‘‰ β€œdarurat”
πŸ‘‰ β€œterpaksa”

Padahal sering kali sebenarnya:

πŸ‘‰ bukan kebutuhan mendesak
πŸ‘‰ hanya keinginan

Dalam Islam, darurat memiliki syarat yang sangat ketat.

Tidak semua kebutuhan bisa disebut darurat.


8. Lingkungan Tidak Mendukung

Jika lingkungan menganggap riba biasa, seseorang akan sulit keluar.

Karena:

πŸ‘‰ tidak ada edukasi
πŸ‘‰ tidak ada dukungan
πŸ‘‰ semua menganggap normal


Bahaya Jika Terus Menganggap Riba Ringan

Masalah terbesar bukan hanya melakukan riba.

Tetapi:

πŸ‘‰ menganggapnya biasa

Karena hati bisa menjadi mati terhadap dosa.

Padahal ancaman riba sangat berat.

Allah berfirman:

β€œJika kamu tidak meninggalkan riba, maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.”
(QS. Al-Baqarah: 279)


Bagaimana Agar Bisa Meninggalkan Riba?


1. Perbaiki Tauhid

Yakini bahwa:

πŸ‘‰ rezeki datang dari Allah
πŸ‘‰ bukan dari sistem ribawi


2. Belajar Muamalah

Pahami:

  • akad
  • riba
  • transaksi halal

3. Turunkan Gaya Hidup

Tidak semua keinginan harus dipenuhi sekarang.


4. Bangun Kesabaran

Menunda kesenangan adalah bagian dari kedewasaan finansial.


5. Cari Alternatif Halal

Gunakan:

  • akad syariah
  • transaksi halal
  • sistem tanpa riba

6. Perkuat Lingkungan yang Baik

Lingkungan sangat mempengaruhi keputusan finansial.


Hijrah dari Riba Bukan Hal Mudah, Tapi Sangat Mungkin

Meninggalkan riba memang tidak mudah.

Apalagi jika sudah menjadi bagian dari sistem hidup.

Namun bukan berarti tidak mungkin.

Banyak orang berhasil keluar dari riba karena:

πŸ‘‰ mulai belajar
πŸ‘‰ mulai sadar
πŸ‘‰ mulai memperbaiki diri

Dan semua perubahan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil.


Penutup: Masalah Utamanya Ada di Hati

Kenapa banyak orang tahu riba haram tapi tetap mengambilnya?

Karena masalahnya bukan hanya soal ilmu.

Tetapi juga:

πŸ‘‰ keyakinan
πŸ‘‰ kesabaran
πŸ‘‰ gaya hidup
πŸ‘‰ ketergantungan kepada dunia

Hijrah dari riba bukan sekadar pindah sistem.

Tetapi memperbaiki hati dan cara pandang terhadap rezeki.

Jika Anda ingin mulai mencari solusi pembiayaan yang sesuai prinsip syariah tanpa riba, pelajari lebih lanjut di:

πŸ‘‰ Kredit Syariah Tanpa Riba: https://solusihijrah.com

Karena meninggalkan riba bukan hanya keputusan finansial,
tetapi bagian dari ketaatan kepada Allah.

Copyright © 2026 SolusiHijrah