Ketika Angka Bertambah, Tapi Hidup Tidak Tenang Dalam sistem ekonomi modern, ukuran keberhasilan hampir selalu diukur dengan angka. Berapa besar penghasilan. Berapa banyak aset yang dimiliki. Berapa cepat pertumbuhan keuangan. Selama angka terus naik, seseorang dianggap sukses. Namun banyak orang yang secara finansial terlihat mapan justru merasakan hal yang berbeda dalam hidupnya: pendapatan besar …
Blog
Antara Kejar Dunia dan Takut Akhirat
Ujian Iman dalam Keputusan Finansial Ambisi Dunia yang Tidak Pernah Selesai Setiap manusia memiliki keinginan untuk hidup lebih baik. Ingin memiliki rumah yang layak, kendaraan yang nyaman, dan kehidupan yang stabil adalah sesuatu yang wajar. Islam tidak melarang seorang Muslim mengejar dunia. Bahkan bekerja, berdagang, dan mencari harta adalah bagian dari usaha yang dianjurkan. Namun …
Syirik Tersembunyi dalam Ketergantungan Finansial
Ketika Hati Lebih Percaya Sistem daripada Allah Ketika Hati Lebih Tenang pada Sistem daripada Allah Banyak orang merasa tenang ketika memiliki akses kredit, limit kartu kredit tinggi, atau fasilitas pinjaman yang mudah. Mereka merasa masa depan finansialnya aman karena ada sistem yang menopang. Namun jarang orang bertanya kepada dirinya sendiri: Apakah ketenangan itu datang dari …
Takut Miskin atau Takut kepada Allah?
Ketakutan yang Diam-Diam Mengatur Hidup Dalam banyak keputusan finansial, jarang orang sadar bahwa yang menggerakkan langkahnya bukan sekadar kebutuhan, tetapi ketakutan. Takut tidak punya rumah. Takut tertinggal secara ekonomi. Takut dianggap gagal. Takut tidak bisa memenuhi standar sosial. Namun pertanyaannya: Apakah kita takut miskin, atau takut kepada Allah? Dalam Islam, rasa takut bukan perkara kecil. …
Tips dan Trik Bagi Seorang Muslim yang Hendak Nyicil Barang
Bagaimanapun ketika seseorang berniat untuk mengambil cicilan syariah, pada dasarnya orang itu berniat untuk berhutang. Dan seorang muslim yang baik jangan pernah menggampangkan perkara hutang. DP minimum dan persyaratan lainnya adalah sebuah ikhtiar untuk menyaring dan menganalisa apakah seseorang memang sudah atau belum layak berhutang. Lalu, bagaimana tips, trik, dan solusi bijak bagi orang-orang yang …
Persyaratan Cicilan Syariah Memberatkan?
Ketika seseorang membeli barang dengan cara dicicil, artinya orang tersebut berhutang. Pada saat memutuskan untuk berhutang, maka sebaiknya orang tersebut harus bisa memperhitungkan bahwa dia mampu untuk melunasi. Karena ada tiga keburukan jika hutang tidak dilunasi: Tidak dishalati oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat. Dosa-dosanya tidak akan diampuni sampai diselesaikan permasalahannya dengan orang yang menghutanginya. Ditahan …
Cicilan Syariah, Solusi Untuk Masalah Apa?
Masalah: Harga barang (properti/kendaraan) mahal, sehingga susah dibeli secara tunai. Solusi: Apabila memang benar-benar membutuhkannya, belilah dengan cara dicicil. Namun membeli dengan cara dicicil artinya berhutang, dan janganlah bermudah-mudah dalam urusan hutang. Masalah: Membeli dengan cara dicicil kuatir terjerumus kedalam transaksi ribawi. Solusi: Pilihlah akad cicilan tanpa riba. Dan pastikan akad dan eksekusinya sudah …
Tak Perlu Merasa Takut Ketika Kehilangan Hal-hal Duniawi
Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah berkata, “Jika dunia hilang, maka Allah Ta’ala yang akan menggantinya karena sesungguhnya rezeki di tangan Allah Ta’ala. Akan tetapi apabila yang hilang adalah agama, maka siapa yang akan menggantinya?” [Syarh Risalah ad-Dalail 80] sumber : dewanfatwaPA ♻️ Tebarlah kebaikan, semoga bermanfaat
Makanan Buruk Dapat Mengeraskan Hati
Mengkonsumsi makanan yang halal lagi baik akan memberikan pengaruh yang signifikan dalam proses pembersihan jiwa, terkabulnya do’a dan diterimanya amal ibadah. Sebaliknya, mengkonsumsi makanan yang haram, akan terkabulnya doa dan diterimanya ibadah. Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata: “Seseorang akan memiliki kemiripan karakter dan sifat dengan jenis makanan yang dikonsumsinya. Sebagaimana hikmah Allah pada makhluk-Nya juga berlaku …
Terkadang Belanja Hanya Untuk Tren, Bukan Karena Butuh
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. [QS. Al-Isra’ : 27] sumber : telegram tausyiahbimbinganislam ♻️ Tebarlah kebaikan, semoga bermanfaat









